Siswa Nakal
oleh : Arif Luqman Nadhirin
Bagi guru, menghadapi siswa “nakal” dianggap
seperti hal biasa, apalagi di sekolah yang siswanya sebagian besar laki-laki,
seperti di sekolah menengah kejuruan (SMK). Guru biasa menghadapi siswa yang
datang ke sekolah terlambat, bolos sekolah, tidak mengerjakan tugas atau
pekerjaan rumah (PR), ribut di kelas, jajan pada saat jam pelajaran, izin ke
belakang, namun ternyata ke kantin, hingga tawuran. Perilaku siswa seperti ini
memang benar-benar menguji kesabaran guru dan keuletan tingkat tinggi.
Benarkah
mereka itu nakal? Pantaskah mereka diberi label nakal? Saya tidak setuju
apabila mereka dilabeli nakal. Apalagi tidak sedikit guru yang memberi label
nakal karena ketidaksanggupannya mengendalikan mereka. Di sisi lain, ukuran
nakal tiap guru berbeda-beda. Sebagian guru akan menganggap siswanya nakal
apabila siswanya tidak mengerjakan PR. Guru lain berpendapat siswa yang sering bolos atau tidak masuk sekolah
adalah siswa yang nakal. Sebagian yang lain menganggap siswa yang ribut saat
pelajaran adalah siswa yang nakal.
Menurut
saya, tidak ada yang namanya siswa nakal. Pertama, hanya ada siswa yang sedang
menghadapi krisis identitas. Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja
memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi, yaitu terbentuknya perasaan akan
konsistensi dalam kehidupannya dan tercapainya identitas peran. Kenakalan siswa
terjadi karena siswa gagal mencapai integrasi kedua. Kedua, siswa yang memiliki
kontrol diri yang lemah. Siswa yang tidak dapat mempelajari dan membedakan
tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret
pada perilaku nakal. Begitu pun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua
tingkah laku tersebut, namun tidak dapat mengembangkan kontrol diri untuk
bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya. Ketiga, siswa yang kurang kasih
sayang orang tua. Orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan menyebabkan
kurang perhatian kepada anaknya. Orang tua tidak mengenalkan dan mengajarkan
norma-norma agama kepada anaknya. Akibatnya, dia akan sering bolos atau
terlambat sekolah. Saat di sekolah, dia akan berulah macam-macam untuk mendapat
perhatian dari orang lain, termasuk kepada gurunya.
Keempat,
siswa yang kedua orang tuanya tidak harmonis atau bahkan bercerai. Suasana di
rumah yang tidak nyaman akan menyebabkan terjadinya hal-hal berikut ini.
1.
Anak tidak
fokus saat pelajaran.
2.
Kedua
orang tua yang seharusnya melindungi dan memberi contoh yang baik justru menjadi
akar permasalahan anaknya.
3.
Siswa
yang menjadi “korban” dari saudara atau teman sepermainannya. Tipe anak seperti
ini akan melakukan hal yang sama pada anak lainnyakerena dia adalah “korban”
dan berusaha untuk membalas dendam.
4.
Siswa
yang mendapat tekanan dari orang tua. Tekanan ini dapat berupa tuntutan orang
tua yang terlalu tinggi akan prestasi anaknya di sekolah atau peraturan di
rumah yang terlalu ketat atau mengekang. Akibatnya, dapat bermacam-macam. Salah
satunya, siswa dapat menjadi pendiam, tetapi juga dapat nakal karena merasa
ingin bebas.
Kelima,
siswa yang mengalami kekerasan dalam lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan
oleh beberapa faktor, di antaranya masalah ekonomi. Siswa yang mengalami
kekerasan di rumah, saat di sekolah dia akan menunjukkan sikap memberontak
kepad gurunya atau bahkan melakukan kekerasan seperti apa yang dia alami.
Keenam, siswa yang salah
bergaul. Lingkungan memang memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap
perkembangan sikap siswa. Pergaulan yang kurang tepat atau menyimpang dapat
menyebabkan perilaku yang menyimpang.
Itulah beberapa sebab mengapa
siswa berperilaku nakal saat di sekolah. Saat kita tahu latar belakang masalah
perilaku siswa kita, tentu kita justru akan merasa iba dan kasihan. Oleh karena
itu, sebagai pendidik mulailah untuk menghentikan memberikan label negatif
kepada siswa.
Tugas 3
( Menyusun Teks Tanggapan Kritis “Siswa Nakal” ) Buku Erlangga.
- Baca teks sumber/artikel “Siswa Nakal” (Halaman 67). Kemudian buat teks tanggapan kritisnya!
- Kerjakan Aktivitas 8! (Halaman 68).
Aktivitas 8
1.
Carilah
ide pokok-ide pokok teks tersebut.
2.
Pernyataan-pernyataan
apa yang kamu setujui dalam tulisan tersebut? Berikan alasannya. Pernyataan-pernyataan
yang kamu setujui dapat kamu masukkan dalam kelebihan tulisan tersebut.
3.
Pernyataan-pernyataan
apa yang kamu tidak setujui? Berikan alasannya. Pernyataan-pernyataan yang kamu
tidak setujui dapat kamu masukkan dalam kekurangan tulisan tersebut.
Setelah ketiga hal itu kamu selesaikan, tugas selanjutnya
adalah:
a.
Membuat
resume,
b.
Menyebutkan
kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan artikel tersebut, dan
c.
Menentukan
kualitas secara umum tulisan tersebut.
Berikut adalah jawaban dari pertanyaan di atas :
1.
Ide
pokok-ide pokok teks:
- Paragraf
1 : 1. Siswa nakal di sekolah biasanya sebagian besar laki-laki.
2. Siswa nakal benar-benar menguji kesabaran dan keuletan guru - Paragraf 2 : Tidak setuju apabila siswa tersebut diberi label nakal.
- Paragraf 3 : Siswa yang berperilaku tidak baik biasanya karena sedang mengahadapi krisis identitas, tidak dapat mengontrol diri dan kekurangan kasih sayang orang tua.
- Paragraf 4 : Siswa yang sedang mengalami masalah dalam keluarganya akan tertekan, dan juga dapat nakal karena merasa ingin bebas.
- Paragraf 5 : Siswa mengalami kekerasan dalam keluarga akan menunjukkan sikap memberontak kepada siapapun.
- Paragraf 6 : Siswa salah bergaul akan berperilaku menyimpang.
- Paragraf 7 : Saat mengetahui latar belakang masalah siswa, sebagai pendidik sebaiknya menghentikan memberikan label negatif.
2.
Pernyataan
yang kami setujui dalam tulisan :
Setuju dengan pendapat yang diberikan oleh penulis
karena penulis memberikan alasan mengapa seorang siswa tidak boleh diberi label
nakal dan bukti-bukti yang logis. Dengan pendapat dan alasan yang logis
tersebut, pembaca dapat mengetahui hal-hal yang tidak diketahui
3.
Pernyataan
yang kami tidak setujui dalam tulisan :
Bahasa yang digunakan dalam kalimat tidak sesuai,
contohnya terlihat pada kalimat “...dia akan berulah macam-macam...”. Lebih
baik jika diberikan kata “buruk”, “tidak baik”, atau tidak ditambah dengan kata
“macam-macam”. Karena pemakaian kata yang tidak sesuai tersebut, membuat suatu
kalimat menjadi kalimat yang rancu.
Teks Tanggapan Kritis "Siswa Nakal"
Resume
|
“Siswa Nakal” merupakan
sebuah tulisan dari Arif Luqman Nadhirin yang berisi alasan mengapa seorang
siswa sebaiknya tidak diberi label nakal.
Paragraf pertama berisi
tentang pendapat guru yang menganggap siswa nakal sebagian besar laki-laki
yang dapat menguji kesabaran guru dan keuletan tingkat tinggi. Paragaraf kedua
sampai keenam merupakan pandangan penulis yang tidak setuju apabila siswa
diberi label nakal, karena biasanya siswa yang berperilaku tidak baik karena
sedang menghadapi krisis identitas, kurang mengontrol diri, kekurangan kasih
sayang orang tua, menghadapi masalah dengan kedua orang tuanya, mengalami
kekerasan dalam keluarga, dan salah pergaulan. Pada paragraf terakhir berisi
nasihat tentang apa yang harus dilakukan seorang pendidik ketika melihat
siswa berperilaku tidak baik di sekolah.
|
Deskripsi
Kelebihan/Kekurangan
|
Kelebihan
pada teks ini terlihat pada pendapat yang diberikan oleh penulis dengan
memberikan alasan mengapa siswa tidak boleh diberi label nakal dengan bukti-bukti
yang logis. Sehingga pembaca dapat mengerti hal-hal yang tidak diketahui
sebelumnya. Hanya saja, bahasa yang digunakan penulis dalam kalimat tidak
sesuai, contohnya terlihat pada kalimat “...dia akan berulah macam-macam...”.
Lebih baik jika diberikan kata “buruk”, “tidak baik”, atau tidak ditambah
dengan kata “macam-macam”. Karena pemakaian kata yang tidak sesuai membuat
suatu kalimat menjadi kalimat yang rancu.
|
Kualitas secara umum
|
Secara
umum, tulisan ini sangat bermanfaat bagi pembaca, terutama sebagai seorang
pendidik. Agar dapat menghentikan memberi label negatif kepada siswa.
|
Demikian jawaban dari tugas yang ketiga, semoga bermanfaat
~Jalani saja dan nikmati sepahit apapun hidupmu sekarang, percayalah suatu saat kelak kau akan merindukannya~

oke terima kasih, oke oke sip itu (y)
BalasHapusKekurangan dan kelebihan nya apaa yahh ?? Mohon jawabannya
BalasHapuskesimpulan nya apa?
BalasHapusBagus sangat membantu
BalasHapus