TUGAS 3 ( Menyusun Teks Tanggapan Kritis "Siswa Nakal" )


Siswa Nakal
oleh : Arif Luqman Nadhirin




                Bagi guru, menghadapi siswa “nakal” dianggap seperti hal biasa, apalagi di sekolah yang siswanya sebagian besar laki-laki, seperti di sekolah menengah kejuruan (SMK). Guru biasa menghadapi siswa yang datang ke sekolah terlambat, bolos sekolah, tidak mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah (PR), ribut di kelas, jajan pada saat jam pelajaran, izin ke belakang, namun ternyata ke kantin, hingga tawuran. Perilaku siswa seperti ini memang benar-benar menguji kesabaran guru dan keuletan tingkat tinggi.
                Benarkah mereka itu nakal? Pantaskah mereka diberi label nakal? Saya tidak setuju apabila mereka dilabeli nakal. Apalagi tidak sedikit guru yang memberi label nakal karena ketidaksanggupannya mengendalikan mereka. Di sisi lain, ukuran nakal tiap guru berbeda-beda. Sebagian guru akan menganggap siswanya nakal apabila siswanya tidak mengerjakan PR. Guru lain berpendapat siswa  yang sering bolos atau tidak masuk sekolah adalah siswa yang nakal. Sebagian yang lain menganggap siswa yang ribut saat pelajaran adalah siswa yang nakal.
                Menurut saya, tidak ada yang namanya siswa nakal. Pertama, hanya ada siswa yang sedang menghadapi krisis identitas. Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi, yaitu terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya dan tercapainya identitas peran. Kenakalan siswa terjadi karena siswa gagal mencapai integrasi kedua. Kedua, siswa yang memiliki kontrol diri yang lemah. Siswa yang tidak dapat mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku nakal. Begitu pun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak dapat mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya. Ketiga, siswa yang kurang kasih sayang orang tua. Orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan menyebabkan kurang perhatian kepada anaknya. Orang tua tidak mengenalkan dan mengajarkan norma-norma agama kepada anaknya. Akibatnya, dia akan sering bolos atau terlambat sekolah. Saat di sekolah, dia akan berulah macam-macam untuk mendapat perhatian dari orang lain, termasuk kepada gurunya.
                Keempat, siswa yang kedua orang tuanya tidak harmonis atau bahkan bercerai. Suasana di rumah yang tidak nyaman akan menyebabkan terjadinya hal-hal berikut ini.
1.       Anak tidak fokus saat pelajaran.
2.       Kedua orang tua yang seharusnya melindungi dan memberi contoh yang baik justru menjadi akar permasalahan anaknya.
3.       Siswa yang menjadi “korban” dari saudara atau teman sepermainannya. Tipe anak seperti ini akan melakukan hal yang sama pada anak lainnyakerena dia adalah “korban” dan berusaha untuk membalas dendam.
4.       Siswa yang mendapat tekanan dari orang tua. Tekanan ini dapat berupa tuntutan orang tua yang terlalu tinggi akan prestasi anaknya di sekolah atau peraturan di rumah yang terlalu ketat atau mengekang. Akibatnya, dapat bermacam-macam. Salah satunya, siswa dapat menjadi pendiam, tetapi juga dapat nakal karena merasa ingin bebas.
Kelima, siswa yang mengalami kekerasan dalam lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya masalah ekonomi. Siswa yang mengalami kekerasan di rumah, saat di sekolah dia akan menunjukkan sikap memberontak kepad gurunya atau bahkan melakukan kekerasan seperti apa yang dia alami.
                Keenam, siswa yang salah bergaul. Lingkungan memang memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan sikap siswa. Pergaulan yang kurang tepat atau menyimpang dapat menyebabkan perilaku yang menyimpang.
                Itulah beberapa sebab mengapa siswa berperilaku nakal saat di sekolah. Saat kita tahu latar belakang masalah perilaku siswa kita, tentu kita justru akan merasa iba dan kasihan. Oleh karena itu, sebagai pendidik mulailah untuk menghentikan memberikan label negatif kepada siswa.

Tugas 3 ( Menyusun Teks Tanggapan Kritis “Siswa Nakal” ) Buku Erlangga.
  1. Baca teks sumber/artikel “Siswa Nakal” (Halaman 67). Kemudian buat teks tanggapan kritisnya!
  2. Kerjakan Aktivitas 8! (Halaman 68).

Aktivitas 8
1.       Carilah ide pokok-ide pokok teks tersebut.
2.       Pernyataan-pernyataan apa yang kamu setujui dalam tulisan tersebut? Berikan alasannya. Pernyataan-pernyataan yang kamu setujui dapat kamu masukkan dalam kelebihan tulisan tersebut.
3.       Pernyataan-pernyataan apa yang kamu tidak setujui? Berikan alasannya. Pernyataan-pernyataan yang kamu tidak setujui dapat kamu masukkan dalam kekurangan tulisan tersebut.
Setelah ketiga hal itu kamu selesaikan, tugas selanjutnya adalah:
a.       Membuat resume,
b.      Menyebutkan kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan artikel tersebut, dan
c.       Menentukan  kualitas secara umum tulisan tersebut.

Berikut adalah jawaban dari pertanyaan di atas :

1.       Ide pokok-ide pokok teks:
  • Paragraf 1 : 1. Siswa nakal di sekolah biasanya sebagian besar laki-laki.
                       2. Siswa nakal benar-benar menguji kesabaran dan keuletan guru
  • Paragraf 2 : Tidak setuju apabila siswa tersebut diberi label nakal.
  • Paragraf 3 : Siswa yang berperilaku tidak baik biasanya karena sedang mengahadapi krisis identitas, tidak dapat mengontrol diri dan kekurangan kasih sayang orang tua.
  • Paragraf 4 : Siswa yang sedang mengalami masalah dalam keluarganya akan tertekan, dan juga dapat nakal karena merasa ingin bebas. 
  • Paragraf 5 : Siswa mengalami kekerasan dalam keluarga akan menunjukkan sikap memberontak kepada siapapun. 
  • Paragraf 6 : Siswa salah bergaul akan berperilaku menyimpang.
  • Paragraf 7 : Saat mengetahui latar belakang masalah siswa, sebagai pendidik sebaiknya menghentikan memberikan label negatif.
2.       Pernyataan yang kami setujui dalam tulisan :
Setuju dengan pendapat yang diberikan oleh penulis karena penulis memberikan alasan mengapa seorang siswa tidak boleh diberi label nakal dan bukti-bukti yang logis. Dengan pendapat dan alasan yang logis tersebut, pembaca dapat mengetahui hal-hal yang tidak diketahui
3.       Pernyataan yang kami tidak setujui dalam tulisan :
Bahasa yang digunakan dalam kalimat tidak sesuai, contohnya terlihat pada kalimat “...dia akan berulah macam-macam...”. Lebih baik jika diberikan kata “buruk”, “tidak baik”, atau tidak ditambah dengan kata “macam-macam”. Karena pemakaian kata yang tidak sesuai tersebut, membuat suatu kalimat menjadi kalimat yang rancu.

Teks Tanggapan Kritis "Siswa Nakal"

Resume
“Siswa Nakal” merupakan sebuah tulisan dari Arif Luqman Nadhirin yang berisi alasan mengapa seorang siswa sebaiknya tidak diberi label nakal.
Paragraf pertama berisi tentang pendapat guru yang menganggap siswa nakal sebagian besar laki-laki yang dapat menguji kesabaran guru dan keuletan tingkat tinggi. Paragaraf kedua sampai keenam merupakan pandangan penulis yang tidak setuju apabila siswa diberi label nakal, karena biasanya siswa yang berperilaku tidak baik karena sedang menghadapi krisis identitas, kurang mengontrol diri, kekurangan kasih sayang orang tua, menghadapi masalah dengan kedua orang tuanya, mengalami kekerasan dalam keluarga, dan salah pergaulan. Pada paragraf terakhir berisi nasihat tentang apa yang harus dilakukan seorang pendidik ketika melihat siswa berperilaku tidak baik di sekolah.
Deskripsi Kelebihan/Kekurangan
Kelebihan pada teks ini terlihat pada pendapat yang diberikan oleh penulis dengan memberikan alasan mengapa siswa tidak boleh diberi label nakal dengan bukti-bukti yang logis. Sehingga pembaca dapat mengerti hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya. Hanya saja, bahasa yang digunakan penulis dalam kalimat tidak sesuai, contohnya terlihat pada kalimat “...dia akan berulah macam-macam...”. Lebih baik jika diberikan kata “buruk”, “tidak baik”, atau tidak ditambah dengan kata “macam-macam”. Karena pemakaian kata yang tidak sesuai membuat suatu kalimat menjadi kalimat yang rancu.
Kualitas secara umum
Secara umum, tulisan ini sangat bermanfaat bagi pembaca, terutama sebagai seorang pendidik. Agar dapat menghentikan memberi label negatif kepada siswa.

Demikian jawaban dari tugas yang ketiga, semoga bermanfaat

~Jalani saja dan nikmati sepahit apapun hidupmu sekarang, percayalah suatu saat kelak kau akan merindukannya~

4 komentar:

Spotify Playlist