Teks Eksemplum dan Penjelasannya


TEKS EKSEMPLUM

   Teks Eksemplum merupakan jenis teks rekaan yang berisi insiden yang menurut partisipannya tidak perlu terjadi. Secara pribadi, partisipan menginginkan insiden itu dapat diatasi, tetapi ia tidak dapat berbuat apa-apa. Sebagai karya sastra, teks eksemplum termasuk teks yang berisi sebuah pengalaman hidup manusia.


Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, Ciri Kebahasaan dan Contoh Teks Eksemplum

Ciri-ciri Teks Eksemplum 

-    Berisi peristiwa yang tidak diinginkan terjadi.
-    Menunjukkan urutan peristiwa yang jelas.
-    Menggunakan bahasa naratif.
-    Mempunyai struktur lengkap yaitu orientasi, insiden, dan interpretasi.


Struktur Teks Eksemplum

Abstrak

Abstrak merupakan inti peristiwa sebagai pengantar yang menggambarkan peristiwa yang akan diceritakan.

Orientasi

Orientasi merupakan bagian awal teks eksemplum. Biasanya bagian ini berisi tentang pengenalan tokoh.

Insiden

Insiden merupakan bagian kedua dari teks eksemplum. Bagian ini merupakan peristiwa yang berisi persoalan yang dihadapi oleh si tokoh. 

Interpretasi

Interpretasi merupakan penafsiran yang dilakukan oleh tokoh dari kejadian yang telah terjadi.

Koda/Amanat

Koda/amanat merupakan makna atau pesan dari peristiwa yang tidak diinginkan

Ciri Kebahasaan Teks Eksemplum

Kata Hubung Antarkalimat dan Intrakalimat
   Kata hubung/kata penghubung/kata sambung/konjungsi adalah kata tugas yang menghubungkan dua klausa atau lebih.

A. Konjungsi Antarkalimat
        Konjungsi antarkalimat adalah konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lain. Oleh karena itu, konjungsi ini selalu memulai satu kalimat yang baru dan huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital. Macam-macam konjungsi antarkalimat yaitu
  1. Konjungsi yang menyatakan pertentangan dengan yang dinyatakan pada kalimat sebelumnya, seperti  biarpun demikian, sekalipun demikian, sesungguhnya demikian, walaupun demikian, meskipun demikian. 
  2. Konjungsi yang menyatakan lanjutan pada peristiwa pada kalimat sebelumnya, seperti sesudah itu, selain itu, selanjutnya.
  3. Konjungsi yang menyatakan adanya hal atau keadaan lain diluar dari yang telah dinyatakan sebelumnya, seperti tambahan pula, lagi pula, selain itu. 
  4. Konjungsi yang menyatakan kebalikan yang dinyatakan sebelumnya, seperti sebaliknya. 
  5. Konjungsi yang menyatakan keadaan yang sebenarnya, seperti sesungguhnya, bahwasannya. 
  6. Konjungsi yang menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya, seperti malahan, bahkan. 
  7. Konjungsi yang menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya, seperti namun, akan tetapi.
  8. Konjungsi yang menyatakan konsekuensi, seperti dengan demikian. 
  9. Konjungsi yang menyatakan akibat, seperti oleh karena itu, oleh sebab itu. 
  10. Konjungsi yang menyatakan kejadian yang mendahulu, hal yang dinyatakan sebelumnya, seperti sebelum itu.

B.   Konjungsi Intrakalimat
           Konjungsi intrakalimat atau konjungsi antar klausa adalah konjungsi yang menghubungkan satuan-satuan kata dengan kata, frasa dengan frasa, dan klausa dengan klausa. Konjungsi ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

  1. Konjungsi koordinatif atau setara adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau leboh yang memiliki status tata bahasa yang sama (kalimat majemuk setara). Macam-macam konjungsi koordinatif.
  • Konjungsi yang menyatakan penambahan, seperti dan, dengan, serta.
  • Konjungsi yang menyatakan perlawanan, seperti tetapi, namun, sedangkan.
  • Konjungsi yang menyatakan pemilihan, seperti atau.
     2.  Konjungsi Subordinatif atau bertingkat adalah konjungsi yang memiliki status tata bahasa yang tidak sama (kalimat majemuk bertingkat). Macam-macam konjungsi subordinatif.
  • Konjungsi yang menyatakan waktu, seperti sesudah, setelah, sebelum, sehabis, sejak , selesai, ketika, tatkala, sewaktu, sementara, sambil, seraya, selagi, selama, sehingga, sampai.
  • Konjungsi yang menyatakan syarat, seperti jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala.
  • Konjungsi yang menyatakan pengandaian, seperti andaikan, seandainya, andaikata, umpamanya, sekiranya.
  • Konjungsi yang menyatakan tujuan, seperti agar, supaya, biar.
  • Konjungsi yang menyatakan konsesif, seperti biarpun, meskipun, sekalipun, walaupun, sesungguhpun, kendatipun.
  • Konjungsi yang menyatakan pemiripan, seperti seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti.
  • Konjungsi yang menyatakan sebab, seperti sebab, karena, oleh karena itu.
  • Konjungsi yang menyatakan akibat, seperti hingga, sehingga, sampai(-sampai), maka(nya).
  • Konjungsi yang menyatakan penjelasan, seperti bahwa.
     3.  Konjungsi korelatif terdiri atas dua bagian yang dipisahkan oleh salah satu kata, frasa, atau klausa yang dihubungkan. Macam-macam konjungsi korelatif.
  • Baik...maupun... contoh : Baik Jony maupun Putra kursus piano.
  • Tidak hanya...tetapi(...) juga contoh : Tidak hanya kehilangan rumah, tetapi ia juga kehilangan keluarganya.
  • Bukan hanya..., melainkan ... contoh : Bukan hanya buku LKS ynag dia bawa, melainkan juga membawa buku latihan.
  • Se(demikian)...(rupa)...sehingga... contoh : Kakaknya belajar demikian tekun, sehingga ia dapat peringkat pertama.
  • Apa(kah)...atau... contoh : Apakah dia berkata jujur atau tidak ?
  • Entah...entah contoh : Entah dianggap entah tidak, ia akan mengajukan usul itu.
  • Jangankan..., ...pun ... contoh : Jangankan teriak, berbicara pun suaranya tidak keluar.
Contoh Teks Eksemplum "MUSUH DALAM SELIMUT"

    Abstrak   
    Saya memiliki sebuah pengalaman yang sebenarnya tidak perlu terjadi karena dapat diatasi, namun kejadian ini terjadi begitu saja.

   Orientasi
   Saat itu saya bertemu dengan seorang kenalan baru yang menurut saya sangat baik. Dia menunjukkan betapa baiknya dirinya dengan selalu membantu kesulitan saya selama latihan. Kami bertemu untuk pertama kali saat pendaftaran calon peserta pidato tingkat nasional. Banyak hal yang kami alami bersama. Dia banyak membantu saya memecahkan kesulitan-kesulitan. Saya adalah orang yang sangat pelupa sehingga tidak jarang saya meninggalkan tugas yang seharusnya dilakukan. Saya juga sulit untuk menghafal nama orang. Namun, teman baru saya ini selalu membantu saya dengan mengingatkan hal-hal apa saja yang belum saya lakukan. Termasuk juga menghafal nama orang. Kehadirannya di samping saya sangat bermanfaat. Kami pun sangat dekat dan dekat sekali.

    Insiden
      Beberapa lama setelah kami saling bersama, tiba-tiba saya menemukan kejanggalan yang ada pada diri teman saya. Ternyata dia suka membuang list yang berisi agenda-agenda yang harus saya lakukan. Selama ini memang saya membuat list untuk mengatasi sifat saya yang pelupa. Saya juga sering menceritakan bagaimana diri saya yang pelupa. Setelah dia tahu semua tentang saya, dia berusaha untuk memusuhi saya secara diam-diam.

    Interpretasi
      Saya yang bersifat terbuka dengan orang lain mendapat pelajaran berharga bahwa berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan orang lain memang perlu.
 
    Koda
        Akibat yang saya terima memang fatal, namun jika saya lebih bisa menjaga diri pasti kejadian ini dapat dicegah.

Demikian artikel tentang teks eksemplum ini. Jika ada pertanyaan, tulislah komentar kamu di bawah.

1 komentar:

Spotify Playlist